Sandy-PAS-Band (foto:Rama Wirawan)

Oleh: Rama Wirawan

Jakarta – Sebagai seorang pemain drum Pas Band sejak album Ketika (2001) dan sekaligus penyiar radio, tentunya Sandy Andarusman telah mengamati industri musik secara dekat. Ia memulai karir sebagai penyiar di I-Radio Jakarta pada Mei 2005 untuk program “I-Rock” yang memutarkan lagu-lagu dari band-band cadas Indonesia—seperti: Siksakubur, Tengkorak, Betrayer—selama 1 jam.

Sekitar tiga tahun kemudian program tersebut diberhentikan lantaran, menurut Sandy, “pendengar musik-musik keras seperti itu rata-rata bukan orang-orang yang aktif mengirim SMS. Jadi mungkin dianggapnya tidak mendatangkan uang buat radio.” Namun, hingga kini ia masih menjadi penyiar untuk radio itu, memandu program pada jam prime-time bernama Sore-Sore.

Rolling Stone sempat mewawancarai Sandy pada Senin (28/3) sore di radio tempat ia bekerja itu, untuk mengetahui seperti apa perubahan tren musik di matanya sebagai penyiar radio dan sekaligus pemain drum untuk sebuah band dengan genre yang saat ini tengah termarjinalkan di industri musik Indonesia.

Read the rest of this entry »


Simak Dialog (foto:wartajazz.com)

Oleh: Aji Yudo

Festival Jazz internasional yang akan diadakan di Bremen, Jerman ini akan diikuti oleh musisi-musisi jazz dari 15 negara di seluruh dunia.

Jakarta – Jazzahead! Festival akan diadakan selama tiga hari pada 28 April hingga 1 Mei di Congress Center Bremen, Jerman. Festival ini akan dibagi menjadi tiga sesi yaitu Overseas Night : ‘Unheard Of’ in Europe, German Night: New Sound Concept in German Jazz, dan European Jazz Meeting: High Class Euro Jazz Variety.

Simak Dialog akan menjadi salah satu performer di sesi Overseas Night: ‘Unheard Of’ In Europe, pada hari Kamis (28/4), di Kulturzentrum Schlachthof, bersama Hamilton de Holanda (Brazil), Rafael Zaldiva (Kanada), dan Trichotomy (Australia).

Read the rest of this entry »


Presiden Indonesia Soekarno bersama angkasawan yang pertama Yuri Gagarin dan pemimpin-pemimpin Uni Sovet Nikita Khruchev dan Leonid Brezhnev di Kremlin (Moskow, Juni 1961).(foto:Kantor Berita RIA-Novosti)

Yunanto Wiji Utomo – Tri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com – Kosmonot Rusia Yuri Gagarin berhasil melakukan penerbangan pertama ke antariksa Rabu, 12 April 1961. Hari ini, 12 April 2011, tepat 50 tahun sudah momen bersejarah tersebut berlalu. Untuk memperingatinya, Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia menggelar pameran foto dan seminar bertema “50 Tahun Masa Eksplorasi Ruang Angkasa: Yuri Gagarin dan Indonesia.”

Dalam pembukaan seminar, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov Ph.D berbagi kenangannya tentang sosok Yuri Gagarin. Ia mengatakan, saat itu ia masih berusia 9 tahun saat Yuri Gagarin melakukan penerbangan. Meski demikian, Ivanov mengaku mengingat dengan jelas apa yang terjadi kala itu. “Setelah Yuri terbang, orang-orang berkumpul di jalanan di Moskow, semuanya tersenyum dan tertawa,” ungkapnya.

Menurut Ivanov, keberhasilan Gagarin saat itu tak cuma membuat bahagia publik Rusia saja, tetapi juga dunia. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan Gagarin menandai semakin majunya peradaban manusia. Dalam kesempatan itu, Ivanov juga menunjukkan beberapa foto yang dipasang di ruang Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Salah satu foto yang ditunjukkan adalah foto Presiden Soekarno berjejer dengan Yuri Gagarin.

Read the rest of this entry »


Angkasawan Uni Sovet Kapten Yuri Gagarin sebelum penerbangannya ke angkasa luar yang menjadi pertama kali dalam sejarah manusia (Baikonur, 12 April 1961). (foto:Kantor Berita RIA-Novosti)

Tri Wahono

KOMPAS.com – Di luar arti historisnya dalam membuka era baru penjelajahan umat manusia ke luar angkasa, misi perdana Yuri Gagarin, 50 tahun silam, pada dasarnya tetap saja sebuah misi politik. Misi itu menjadi bagian tak terpisahkan dari perang ideologi pada era Perang Dingin.

Untuk menunjukkan bahwa ideologi komunis menang satu langkah di depan seterunya, ideologi kapitalis, keberhasilan misi tersebut perlu ditampilkan dalam wajah yang terbaik. Tak boleh ada cela sedikit pun dalam setiap detailnya. Namun, pada kenyataannya, banyak kesalahan dan kecerobohan, yang bahkan berisiko fatal, dalam misi itu. Selama setengah abad, berbagai kesalahan itu dirahasiakan atau ditutup-tutupi dengan kebohongan.

Ilmuwan roket veteran Uni Soviet, Boris Chertok (99), mengatakan kepada kantor berita Interfax, Jumat pekan lalu, paling tidak ada 11 kesalahan dan kondisi abnormal terjadi selama 108 menit misi penerbangan Gagarin ke orbit pada 12 April 1961. “Jika waktu itu kami sudah memperhitungkan keandalan kapal (luar angkasa Vostok) menurut standar modern, kami tak akan berani mengirimkan manusia ke angkasa,” tutur Chertok, yang merupakan rekan kerja Sergei Korolev, desainer legendaris pesawat Vostok.

Read the rest of this entry »


(foto:matanews.com)

Pebriansyah Ariefana – detikhot

Jakarta Piyu ‘Padi’ sangat sadar bahwa dokumentasi sastra itu sangat penting. Bahkan, penting untuk menunjukkan jati diri dan peradaban sebuah bangsa. Hal tersebut dikatakan Piyu sesaat sebelum digelarnya konser #koinsastra di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (13/4/2011).

“Sastra sebuah jadi diri bangsa dan gambaran peradaban sebuah bangsa,” kata Piyu dimintai alasan soal pentingnya penyelamatan Pusat Dokumentasi Sastra HB  Jassin, Cikini.

Read the rest of this entry »


(foto: Yenhoon-stock.xchng)

Berhasil diciptakan: daun buatan yang bisa memproses sinar matahari dan air menjadi energi seefisien daun asli.

Pada ajang National Meeting of the American Chemical Society, peneliti dari MIT mengumumkan keberhasilan mereka dalam membuat daun artifisial yang terbuat dari bahan-bahan yang stabil dan tidak mahal, tapi memiliki sifat seperti daun asli.

Daun artifisial menggunakan sinar matahari untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen yang dapat dipakai untuk menciptakan listrik.

Read the rest of this entry »


(foto: Candra Satria/Fotokita.net)

Indonesia kembali mengusulkan tiga unsur budaya untuk masuk dalam nominasi warisan budaya ke Unesco di tahun 2011. Ketiga unsur budaya tersebut adalah Tari Tradisi Bali, noken papua, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tari Tradisi Bali dimasukkan dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda (Representative List of Intangible Cultural Heritage). Noken,tas khas hasil kerajinan tangan masyarakat Papua yang biasanya dibawa dengan disangkutkan di kepala, sebagai nominasi dalam Daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (Urgent Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Sedangkan, TMII sebagai nominasi Penciptaan Ruang Budaya untuk Pelindungan, Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (Best Practices of Intangible Cultural Heritage).

Noken dipilih karena ada kekhawatiran kalau kerajinan tangan ini segera punah. “Saat ini sudah tidak banyak orang yang bisa membuat Noken. Bahkan, di kota-kota besar di Papua jarang yang menjual Noken,” kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada saat penandatanganan berkas nominasi warisan budaya, Senin (28/3).

Read the rest of this entry »